BANDUNG - Kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana alam dahsyat, khususnya tsunami megathrust, kembali diperkuat di wilayah Jawa Barat. Senin, 25 Mei 2026, menjadi saksi bisu sebuah latihan simulasi krusial yang diselenggarakan di UPTD PPP LLASDP, Jalan Raya Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Saya merasakan langsung betapa pentingnya momen ini, membayangkan bagaimana setiap detik berharga saat bencana benar-benar terjadi.
Mayor Inf Yevi Yuhana, selaku Wakil Komandan Kodim 0624/Kabupaten Bandung, bersama dengan Pasilog Kapten Inf Ujang Mulyana, turut hadir dan menyaksikan langsung jalannya simulasi. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan simbol komitmen dari jajaran TNI untuk memastikan kesiapan menghadapi skenario terburuk.
Kegiatan simulasi ini dirancang bukan tanpa alasan. Tujuannya mulia: meningkatkan kesiapsiagaan serta mempererat koordinasi lintas instansi. Mengingat potensi gempa bumi dan tsunami megathrust yang mengintai pesisir selatan Jawa Barat, latihan semacam ini menjadi kunci vital.
Lebih dari sekadar latihan teori, simulasi ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen penting. Unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perwakilan pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait lainnya bahu-membahu dalam satu kesatuan gerak. Saya membayangkan betapa kompleksnya alur koordinasi yang harus berjalan lancar di tengah kepanikan.
Para peserta tidak hanya berdiam diri, mereka mengikuti rangkaian simulasi yang mencakup prosedur evakuasi yang efektif, penanganan korban yang cepat dan tepat, hingga mekanisme koordinasi penanggulangan bencana yang terstruktur. Semuanya demi satu tujuan: memastikan kesiapan personel dan ketersediaan sarana pendukung saat kondisi darurat benar-benar melanda. Sebuah usaha besar yang patut diapresiasi demi keselamatan kita bersama.

Asep Hendra Wijaya